Minggu, 26 April 2009

APLIKASI PROBIOTIK DI TAMBAK

BEBERAPA HAL PENTING DALAM APLIKASI PROBIOTIK

Pertama
Pemberian/aplikasi harus dilakukan secara rutin sejak persiapan tambak sampai panen (sesuai kondisi parameter lingkungan khususnya DO – Disolved Oxygen)

Kedua
Bakteri probiotik yang diaplikasikan, mampu menghasilkan enzim pengurai polimer organik di tambak.

Ketiga
Harus apa probiotik yang hendak dipakai & apa tujuannya

Keempat.
Bakteri probiotik yang diaplikasikan mampu beradaptasi dalam kondisi lingkungan tambak.

Kelima.
Bakteri probiotik yang diaplikasikan, harus mampu berkompetisi dengan bakteri alami (misalnya: Vibrio sp) dalam kebutuhan bahan organik (nutrien) yang berasal dari komponen sisa pakan, feces maupun organisme yang mati.
Selanjutnya diharapkan menjadi spesies dominan yang menguntungkan di dalam mikro-ekosistem tambak.

Keenam.
Waktu pemberian/aplikasi sebaiknya pada saat proses fotosintesis berlangsung (mengatasi kebutuhan oksigen).
Pengertian/ pemahaman proses respirasi dan fotosintesis yang baik, sistem penyediaan oksigen (aerasi) yang baik dan minimasi/eliminasi zona anaerob merupakan bantuan positif dalam menjamin efisiensi aplikasi probiotik di tambak.

Ketujuh.
Pada aplikasi probiotik yang dicampurkan pada pakan harus lah memiliki kemampuan menghambat atau membunuh bakteri pathogen atau menciptakan kondisi mikroflora dalam usus udang yang menunjang pertumbuhan udang

Kedelapan.
Dihindari pemakaian probiotik di air pada saat atau setelah terjadi masalah penumpukan lumpur. Kondisi anaerob dalam lumpur bukan media (tempat hidup) yang baik bagi bakteri probiotik maupun udang budidaya, sebaiknya memindahkan zona anaerob atau lumpur ke tempatnya (kanal outlet, berfungsi untuk dekomposisi lumpur) dan pastikan tambak adalah merupakan zona aerob normal yang optim

Tidak ada komentar:

Posting Komentar